"ROBOT"Gambaran Negri Sakura, Jepang. Disana berbagai macam jenis maupun kegunaan tercipta ada. Mungkin pula dimasa Depan adalah Jepang Pelopor Robot pengganti pekerja segala bidang dari SDM"Sumber Daya Manusia. Tentunya dengan Pro-Kontra dan Positif/Negatifnya pastilah ada. Semua kegiatan akan dikerjakan oleh robot, seperti film "Future" yg sering diputar dan dibuat para orang holywood kini. Mungkin,Bisa Saja Robot Pengganti tentara ataupun senjata militer terhebat didunia dibuat di jepang,sebagai pengganti manusia"Mahkluk yang bisa saja Mati"'Pasalnya/ Sebagai Contoh: Pada Postingan Replika Gundam dibuat dengan Ukuransebenarnya Yap dilihat ditahun itu tepatnya7 April 2009 Si Negara tersebut saja sudah bisa berulah begitu,Bukan tidak mungkin kedepannya entah kapan yang pasti cepat_lambat Gundam akan seperti di kebanyakan movienya, dibuat dengan teknologi militer pemusnah massal dan terbang layaknya di filmnya. Tentunya pula, Masa Depan siapa yang tahu,dan pertanyaannya??? "Apakah negara seperti itu akan mengembangkannya lebih lanjut lagi ataupun tidak" Topik,Begitupula Sebuah ROBOT satu ini. Robot ini merupakan pula bagian dari / gambaran masa depan,Karena kalo dipikir secara logis sebuah robot memang mempunyai daya ingat tinggi dengan tingkat O% Kesalahan Informasi ataupun Pengerjaan sebuah masalah. Dan pada dasarnya robot penginformasi tepat, Pembantu, yg efisien dan dapat pula di update ataupun diprogram lebih baik untuk mempermudah pekerjaan sehari-hari manusia. Ialah sebuah Robot Guru/Pengajar. Dengan Nama yang diberi Sebutan "Saya" sebagai pembuatnya adalah Hiroshi Kobayashi ."Saya" si manusia robot, telah di tes/ di uji cobakan untuk pertama kalinya di Jepang dengan mengajarkan para murid di sebuah sekolah di Tokyo. Dan Selama 15 tahun profesor Hiroshi Kobayashi dari universitas Tokyo telah mengembangkan sebuah android (manusia robot) yang mampu mengajarkan murid setingkat SD, dan bahkan bisa marah kalo para muridnya bandel. Pemerintah Jepang memang gila-gilaan untuk menjadikan Jepang sebuah negara "masa depan" dengan mengucurkan dana 3,5 miliar yen hanya untuk pengembangan teknologi robot. Harapannya: minimal satu robot di setiap rumah di Jepang pada tahun 2015. Tambahan : Tidak seperti robot mekanik yang tampak lebih seperti Honda Motor Co 's ASIMO, guru robot, yang disebut Saya. Ia dapat mengekspresikan enam emosi dasar, yaitu:"Terkejut, Takut, Jijik, Marah, Kebahagiaan, dan Kesedihan. Dalam demonstrasi, mulut robot muncul terbuka, matanya membelalak dan alis melengkung untuk muncul terkejut."Saya"robot~ menarik kembali bibirnya untuk membuat tersenyum, dan berkata frase terprogram sederhana seperti "Terima kasih," sambil bibirnya bergerak, untuk mengekspresikan kesenangan."Robot yang terlihat manusia cenderung menjadi hit besar dengan anak-anak dan orang tua," kata Hiroshi Kobayashi, Tokyo profesor Universitas Sains dan pengembang Saya, The Associated Press Rabu. "Anak-anak bahkan mulai menangis ketika mereka dimarahi."Sungguh seperti luapan karakter manusia. Pertama dikembangkan sebagai robot Resepsionis pada tahun 2004, "Saya" telah diuji dalam ruang kelas nyata Tokyo awal tahun ini dengan beberapa anak kelas lima dan enam, meskipun masih tidak bisa berbuat banyak lebih dari memanggil nama dan perintah berteriak seperti "Diamlah. "Anak-anak itu menyenangkan, Kobayashi ingat, menggelitik ketika memanggil nama mereka. Namun, itu hanya remote yang dikendalikan oleh manusia melihat interaksi melalui kamera, katanya. Jepang dan negara lain robotika berharap akan memberikan solusi bagi tenaga kerja yang berkembangmasalah mereka kekurangan sebagai usia populasi. Tetapi para ilmuwan menyatakan keprihatinan tentang menggunakan mesin untuk mengurus anak-anak dan orang tua.~Ronald C. Arkin, profesor di Institut Teknologi Georgia, mengatakan penelitian lebih lanjut dalam interaksi manusia-robot diperlukan sebelum terlalu mengandalkan robot.~Noel Sharkey, robotika ahli dan profesor di Universitas Sheffield, berpendapat robot dapat berfungsi sebagai bantuan pendidikan di bunga inspirasi dalam sains, tetapi mereka tidak bisa menggantikan manusia.tuturnya:"Ini akan menjadi delusional untuk berpikir bahwa robot tersebut dapat menggantikan seorang guru manusia," katanya."Memimpin ilmuwan, insinyur dan matematikawan, hampir tanpa kecuali, bicara tentang yang satu guru yang menginspirasi mereka. Robot tidak bisa seperti itu model peran inspirasional."~Kobayashi mengatakan "Saya"robot hanya dimaksudkan untuk membantu orang dan memperingatkan terhadap semakin berharap terlalu tinggi untuk kemungkinan tersebut."Robot tidak memiliki kecerdasan. Ia tidak memiliki kemampuan untuk belajar. Ia memiliki identitas tidak," katanya."Itu hanya alat."Tapi apakah dia menciptakan sebuah robot dalam bentuk manusia, katakanlah, seorang teman fantasi dengan penampilan bintang film?"Tentu," katanya, "Jika Anda bersedia membayar."Itu robot yang dibuat-to-order akan menelan biaya sekitar 5 juta yen ($ 51,000),
PHIANDRA D'FAMILY pinggirwangi GET THE FREEDOM GET YOUR COIS RAGAM ARTIKEL RAGAM CERITA APA SAJA ANTARA BANDUNG DAN CIANJUR
Sabtu, 29 September 2018
Robot pengajar di jepang
Label:lucu, teknologi, wisata, kuliner,
robot,
robot guru,
robot saya,
TEKNOLOGI
Tuhan itu adil
Tuhan Itu Adil (Joke yang tak- Politisi)
Mr. Moreatty. Demikianlah orang di kawasan Baker street biasa memanggilnya. Dia adalah seorang pekerja di sebuah perusahaan garmen yang ada di kawasan pinggiran kota London tersebut. Orangnya jangkung dan tegap sehingga terlihat benar keproposionalan antara tinggi dan berat badannya. Mukanya lancip khas orang eropa dengan dahi yang agak menonjol dan mengkilat, menandakan dia adalah orang yang cerdas atau minimal orang yang yang mau berpikir panjang. Mr. Moreatty adalah seorang yang dinamis. Dia senantiasa berprinsip bahwa setiap saat harus ada perubahan yang lebih baik di dalam dirinya dan kehidupannya. Pun berkaitan dengan anak tunggalnya, John Moreatty Jr. yang baru berusia 8 tahun. Mr. Moreatty menaruh harapan terhadapnya, semoga kelak anaknya tersebut dapat memiliki kehidupan yang lebih baik daripada dirinya. Sebagai seorang dinamis dalam kapasitas ayah yang baik, Mr. Moreaty tidaklah lalai akan perkembangan pendidikan anaknya. Dia membiasakan diri
meluangkan waktu untuk mendampingi John kecil belajar di sela-sela rutinitas pekerjaannya. Nampaknya kebiasaan yang dilakukan Mr. Moreatty ini mampu memperlihatkan hasil, John Moreatty Jr.-pun tumbuh menjadi anak yang kuat, cerdas dan kritis. Suatu sore, sepulang dari kerja, Mr. Moreatty membawa oleh-oleh untuk John kecil. Dia membawakan John kecil satu set visual compact disk ( VCD) mengenai fenomena penciptaan alam semesta. John kecil sangat senang, dia segera meminta sang ayah untuk membuka dan memainkannya di VCD player. Setelah selesai membersihkan diri, Mr. Moreatty-pun menuruti keinginan anak tersayang. Bersama dengan sang anak, dia duduk di sofa sambil memperhatikan gambar yang ada dilayar TV 25 inch milik keluarga mereka. Sesekali dia memberikan penjelasan kepada sang anak . Inilah awal dari terbentuknya tata surya kita John. Kesemuanya berasal dari kabut yang terdiri dari berbagai unsur atau zat, kata Mr. Moreatty ketika terlihat gumpalan awan di layar TV mereka. Gumpalan kabut itu selanjutnya mengeras dan terbentuklah sebuah benda padat yang sangat besar, lanjutnya. Begitulah seterusnya, Mr. Moreatty turut memandu sang anak menikmati tontonan tersebut. Ayah., kenapa gumpalan tadi meledak dan terbentuk benda-benda kecil yang mengelilinginya? Benda-benda itu apa Yah?, tanya John kecil mulai kritis. Benda-benda itulah yang disebut dengan planet, sedangkan yang besar dan bersinar ditengahnya itulah yang disebut matahari, jawab Mr. Moreatty senang. Ohh, Komentar john kecil sambil mengangguk tanda paham. Ayah! Kenapa ada satu planet yang berbeda? Planet itu kok berwarna hijau campur biru sendiri, sedangkan planet-planet yang lain kok abu-abu dan kelihatan gelap?, lanjut John kecil dengan pertanyaannya yang polos. Mr. Moreatty nampak semakin senang dengan sikap kritis sang anak. Selanjutnya dia menjawab, Itulah salah satu tanda keadilan Tuhan Jonh..,planet yang berbeda itulah Bumi, planet yang kita tinggali ini. Tuhan memang menjadikan bumi berbeda dengan planet yang lain. Di bumi ada udara dan air, sedangkan di planet yang lain tidak. Kenapa? karena Tuhan menjadikan bumi sebagai tempat hidup makhluk hidup ciptaannya termasuk manusia, sedang planet yang lain tidak. Tuhan itu adil kan John?, sambung Mr. Moreatty dengan sebuah retoris. Jonh kecil mengangguk senang. Seolah-olah dia sedang mendapatkan sebuah pemahaman yang baru. Sesi di dalam VCD yang sedang mereka nikmati terus berlanjut. Masing-masing bagian diterangkan dengan antusias oleh Mr. Moreatty. Sampailah mereka pada bagian pembahasan tentang bumi. Tiba-tiba John kecil bertanya,Ayah! Kenapa tiap-tiap permukaan bagian bumi juga berbeda? Apakah ini juga tanda dari keadilan Tuhan, Yah?. Ya.., kamu memang pintar John,jawab Mr. Moreatty sambil menyanjung sang anak. Itu juga tanda keadilan Tuhan. Coba kamu lihat bagian ini !!!, sambil membesarkan bagian gambar yang dimaksud,Ini adalah benua Eropa, benua yang kita tempati. Benua ini kelihatan berwarna putih karena jarang disinari oleh sinar matahari. Namun benua Eropa ini kaya akan bahan tambang dan kondisi perekonomiannya-pun maju, sehingga penduduknya pun tergolong kaya dan
Mr. Moreatty. Demikianlah orang di kawasan Baker street biasa memanggilnya. Dia adalah seorang pekerja di sebuah perusahaan garmen yang ada di kawasan pinggiran kota London tersebut. Orangnya jangkung dan tegap sehingga terlihat benar keproposionalan antara tinggi dan berat badannya. Mukanya lancip khas orang eropa dengan dahi yang agak menonjol dan mengkilat, menandakan dia adalah orang yang cerdas atau minimal orang yang yang mau berpikir panjang. Mr. Moreatty adalah seorang yang dinamis. Dia senantiasa berprinsip bahwa setiap saat harus ada perubahan yang lebih baik di dalam dirinya dan kehidupannya. Pun berkaitan dengan anak tunggalnya, John Moreatty Jr. yang baru berusia 8 tahun. Mr. Moreatty menaruh harapan terhadapnya, semoga kelak anaknya tersebut dapat memiliki kehidupan yang lebih baik daripada dirinya. Sebagai seorang dinamis dalam kapasitas ayah yang baik, Mr. Moreaty tidaklah lalai akan perkembangan pendidikan anaknya. Dia membiasakan diri
meluangkan waktu untuk mendampingi John kecil belajar di sela-sela rutinitas pekerjaannya. Nampaknya kebiasaan yang dilakukan Mr. Moreatty ini mampu memperlihatkan hasil, John Moreatty Jr.-pun tumbuh menjadi anak yang kuat, cerdas dan kritis. Suatu sore, sepulang dari kerja, Mr. Moreatty membawa oleh-oleh untuk John kecil. Dia membawakan John kecil satu set visual compact disk ( VCD) mengenai fenomena penciptaan alam semesta. John kecil sangat senang, dia segera meminta sang ayah untuk membuka dan memainkannya di VCD player. Setelah selesai membersihkan diri, Mr. Moreatty-pun menuruti keinginan anak tersayang. Bersama dengan sang anak, dia duduk di sofa sambil memperhatikan gambar yang ada dilayar TV 25 inch milik keluarga mereka. Sesekali dia memberikan penjelasan kepada sang anak . Inilah awal dari terbentuknya tata surya kita John. Kesemuanya berasal dari kabut yang terdiri dari berbagai unsur atau zat, kata Mr. Moreatty ketika terlihat gumpalan awan di layar TV mereka. Gumpalan kabut itu selanjutnya mengeras dan terbentuklah sebuah benda padat yang sangat besar, lanjutnya. Begitulah seterusnya, Mr. Moreatty turut memandu sang anak menikmati tontonan tersebut. Ayah., kenapa gumpalan tadi meledak dan terbentuk benda-benda kecil yang mengelilinginya? Benda-benda itu apa Yah?, tanya John kecil mulai kritis. Benda-benda itulah yang disebut dengan planet, sedangkan yang besar dan bersinar ditengahnya itulah yang disebut matahari, jawab Mr. Moreatty senang. Ohh, Komentar john kecil sambil mengangguk tanda paham. Ayah! Kenapa ada satu planet yang berbeda? Planet itu kok berwarna hijau campur biru sendiri, sedangkan planet-planet yang lain kok abu-abu dan kelihatan gelap?, lanjut John kecil dengan pertanyaannya yang polos. Mr. Moreatty nampak semakin senang dengan sikap kritis sang anak. Selanjutnya dia menjawab, Itulah salah satu tanda keadilan Tuhan Jonh..,planet yang berbeda itulah Bumi, planet yang kita tinggali ini. Tuhan memang menjadikan bumi berbeda dengan planet yang lain. Di bumi ada udara dan air, sedangkan di planet yang lain tidak. Kenapa? karena Tuhan menjadikan bumi sebagai tempat hidup makhluk hidup ciptaannya termasuk manusia, sedang planet yang lain tidak. Tuhan itu adil kan John?, sambung Mr. Moreatty dengan sebuah retoris. Jonh kecil mengangguk senang. Seolah-olah dia sedang mendapatkan sebuah pemahaman yang baru. Sesi di dalam VCD yang sedang mereka nikmati terus berlanjut. Masing-masing bagian diterangkan dengan antusias oleh Mr. Moreatty. Sampailah mereka pada bagian pembahasan tentang bumi. Tiba-tiba John kecil bertanya,Ayah! Kenapa tiap-tiap permukaan bagian bumi juga berbeda? Apakah ini juga tanda dari keadilan Tuhan, Yah?. Ya.., kamu memang pintar John,jawab Mr. Moreatty sambil menyanjung sang anak. Itu juga tanda keadilan Tuhan. Coba kamu lihat bagian ini !!!, sambil membesarkan bagian gambar yang dimaksud,Ini adalah benua Eropa, benua yang kita tempati. Benua ini kelihatan berwarna putih karena jarang disinari oleh sinar matahari. Namun benua Eropa ini kaya akan bahan tambang dan kondisi perekonomiannya-pun maju, sehingga penduduknya pun tergolong kaya dan
makmur. Setiap waktu tertentu ,kita, warga benua Eropa hendaknya memang harus pergi ke luar negeri untuk sekedar melihat dan berjemur matahari ha..ha ha , katanya dengan nada bangga. Itu tadi daerah mana Yah? Kok kelihatan gersang dan berwarna merah John kecil begitu layar TV menampilkan daerah jazirah arab. Itu tadi daerah Arab John ,Tanya . Daerahnya memang tandus, banyak gurun, tetapi di sana kaya akan bahan tambang terutama minyak bumi. Orang-orang di daerah sanapun kuat-kuat. Mereka memiliki fisik yang sangat baik. Sehingga mereka bisa hidup di gurun arab tersebut ,kata Mr. Moreatty masih dengan nada senang dan antusias menjawab pertanyaan sang anak. John Moreatty Jr.-pun senang dengan keterangan dari sang ayah. Dia semakin tahu dan paham akan banyak hal pada saat sore itu, pun termasuk pemahaman tentang keadilan Tuhan. Dia semakin serius mengikuti bagian per-bagian dari tayangan VCD yang hampir selesai tersebut. Namun, pada saat layar TV menayangkan gambar gugusan pulau yang hijau dan indah, John kembali terusik untuk bertanya. semuanya hijau Ayah!!! Daerah manakah itu? Kok pulaunya banyak dan .. Indah lagi !!, ditambah kelihatannya pulau-pulau itu juga sangat subur, tidak gersang. Daerah mana sih Yah? ,Tanya John kecil. Ohhh..kalo yang itu namanya Indonesia. Sebuah negara kepulauan terbesar di dunia. Ayah pernah kesana. Di sana tanahnya subur tidak seperti di daerah Arab yang gersang, selalu terkena sinar matahari, tidak seperti di Eropa. Di sana juga kaya akan bahan tambang seperti emas, minyak bumi, batu-bara. Selain itu penduduk di sana juga baik-baik. Mereka sangat ramah, cantik-cantik, kuat dan ganteng-ganteng ,jawab Mr. Moreatty tak kalah semangat, karena dia memang pernah berkunjung ke daerah yang dimaksud. Jawaban sang ayah membuat John terlihat berpikir. Terlihat di wajahnya bahwa dia sedang kebingungan. Ada apa Jonh? Negara itu memang sangat Indah. Ayah janji, kalo kamu masih juara satu semester nanti, liburan musim semi tahun depan kita sekeluarga akan berkunjung ke Indonesia , kata Mr. Moreatty menyakinkan. Setelah beberapa saat, akhirnya Tidak Ayah, aku bingung ! kok negera yang disebut Indonesia itu baik semua, tidak ada yang kurang dari negara itu. Tidak seperti di daerah Eropa yang jarang mendapat sinar matahari, tidak seperti daerah arab yang tandus dan gersang. Lalu dimana keadilan Tuhan di Negara itu Ayah? . John merasa ada yang salah dengan jawaban sang ayah. Mr. Moreatty kelihatan bingung untuk menjawab. mungkin mungkin ..ee ,masih berpikir dan kesulitan untuk mengeluarkan kata-kata. Apa ayah? Dimana letak keadilan Tuhan? ,Tanya John dengan penasaran.. dengan nada ketakutan jawab Mr.Moreatty . Takut kalo-kalo bakal dicekal oleh penguasa Negara tersebut. Sudah tradisi. He he he...,
Label:lucu, teknologi, wisata, kuliner,
Humor,
religius,
tuhan itu adil
Langganan:
Postingan (Atom)